Visi & Misi D-III Gizi Tasikmalaya
VISI dan MISI
PROGRAM STUDI DIPLOMA TIGA GIZI TASIKMALAYA
JURUSAN GIZI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES TASIKMALAYA
(SK Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya No. HK.02.03/F.XXVI/415/2025 tanggal 23 Januari 2025)
Visi
Visi Keilmuan Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya adalah:
“Menjadi program studi pencetak ahli madya gizi yang unggul dalam mengembangkan formula makanan diet sebagai upaya promotif dan preventif di bidang gizi berbasis digital-nutripreneurship pada tahun 2029”.
Kata kunci dalam visi adalah sebagai berikut:
- Unggul dalam arti Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya Polkestama memiliki prestasi dan capaian yang gemilang dalam pengembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni (IPTEKS) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Gizi. IPTEKS yang unggul dapat diwujudkan melalui kualitas penelitian dan hasil publikasi pada jurnal nasional terakreditasi dan/ atau jurnal internasional bereputasi. SDM yang unggul dapat diwujudkan dengan prestasi mahasiswa dan lulusan yang berdaya saing nasional misal pada hasil Uji Kompetensi dan prestasi kompetisi di bidang akademik dan non-akademik.
- Mengembangkan formula makanan terkait pemenuhan gizi sebagai upaya promotif dan preventif atau dalam frasa singkatnya adalah mengembangkan Formula Makanan Diet. Diet adalah pengaturan pola dan konsumsi makanan-minuman yang dilarang, dibatasi jumlahnya, dimodifikasi atau diperbolehkan dengan jumlah tertentu dengan tujuan terapi penyakit yang diderita, kesehatan, atau penurunan berat badan (Menkes, 2020). Lulusan dan dosen Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya memiliki keunggulan dalam pengembangan formula makanan diet yang dapat mendukung kompetensi lainnya di bidang gizi klinik, gizi masyarakat, dan gizi institusi, maupun sebagai (asisten) penelitian terapan gizi. Sebagai batasan sesuai dengan KKNI level 5, lulusan Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya dalam mengembangkan formula makanan diet lebih fokus dalam upaya promotif dan preventif di bidang gizi dan kesehatan.
- Berbasis Digital-Nutripreneurship dalam arti bahwa seluruh civitas akademika Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya, Jurusan Gizi Polkestama harus mampu memiliki karakter untuk selalu membuat proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi) dan berbeda dari yang sudah ada (inovasi) dan mampu adaptif dan memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Staf dan lulusan Prodi D-III Gizi Tasikmalaya Jurusan Gizi Polkestama yang bekerja sebagai karyawan atau manajer bisa sangat berjiwa wirausaha (entrepreneurial) bila memiliki semangat/ cara kerja/ cara berfikir seorang wirausaha dan dapat beradaptasi dengan cepat di era digital. Kompetensi digital bagi lulusan Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya diperlukan dalam mendukung program pemerintah untuk menanggulangi masalah kesehatan khususnya dalam upaya promotif dan preventif di bidang gizi. Hal ini sesuai dengan pernyataan visi Jurusan Gizi dan misi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.
Penentuan keunggulan dalam pengembangan keilmuan Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya Polkestama berdasarkan pada analisis SWOT sederhana seperti tergambar pada Tabel di bawah ini
| Kekuatan
· Jumlah SDM (Dosen dan Instruktur) dengan latar belakang pendidikan Gizi Pangan cukup memadai dan memiliki sertifikat kompetensi di bidang pengembangan makanan diet berbasis kewirausahaan
· Sarana dan prasarana (ruangan laboratorium dan peralatan) relatif canggih di bidang pengolahan pangan (pengembangan formula makanan diet) cukup memadai
· Hasil penelitian dan pengabmas dosen dan mahasiswa (Tugas Akhir) selama ini relatif banyak dalam pengembangan produk pangan untuk menangani masalah gizi (formula makanan diet) dan diseminasinya
· Hasil survei telaah kurikulum dan Visi-Misi Prodi D3 Gizi Tasikmalaya menunjukkan bahwa sebagian besar stakeholder setuju untuk mengangkat keunggulan di bidang kewirausahaan in line dengan Visi-Misi Poltekkes Tasikmalaya |
Peluang
· SKKNI Nutrisionis No. 156/2019 dan Kepmenkes No. 342/2020 tentang Standar Profesi Nutrisionis memungkinkan pengembangan kompetensi lulusan D3 Gizi (Nutrisionis) ke arah pengembangan formula makanan (hal. 22) berbasis kewirausahaan/ nutripreneur (hal. 16 dan 24)
· Ilmu gizi saat ini berkembang ke arah “Precision Nutrition” (nutrigenomic, nutrigenetic)
· Hibah riset dengan tema ketahanan pangan dan gizi kesehatan menjadi prioritas nasional (dan internasional)
· PERSAGI mendorong pengembangan nutripreneur
· Jiwa kewirausahaan menjadi tuntutan yang harus dimiliki oleh setiap lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan revolusi industri 4.0 |
| Kelemahan
· Keterbatasan jumlah instruktur yang fokus mengoperasikan dan mengelola alat-alat “canggih” dalam pengembangan formula makanan diet di laboratorium gizi
· Belum semua dosen memiliki sertifikat kompetensi khusus dalam pengembangan formula makanan diet berbasis digital-nutripreneurship |
Tantangan
· Perguruan tinggi (besar) sudah banyak mengembangkan formula makanan diet, meskipun belum eksplisit mencantumkan keunggulannya dalam visi Prodi Gizi-nya
· Kebijakan pemerintah dalam penata-ulangan kedudukan perguruan tinggi di bawah Kementerian/ Lembaga
· Belum banyak lulusan D3 Gizi yang bekerja sebagai nutripreneur sebenarnya (berwiraswasta) |
Misi
Misi Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya adalah:
-
Menyelenggarakan pendidikan gizi secara profesional dengan keunggulan pengembangan formula makanan diet sebagai upaya promotif dan preventif di bidang gizi berbasis digital nutri-preneurship khususnya dalam penangggulangan diabetes melitus
-
Melaksanakan penelitian terapan di bidang gizi sesuai perkembangan IPTEKS global
-
Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di bidang gizi dalam mendukung Transformasi Kesehatan
-
Menjalin kemitraan dengan institusi lain dan memperkuat tata kelola pendidikan tinggi gizi
-
Mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis digital di bidang gizi bagi seluruh civitas akademika
Keterkaitan Visi Keilmuan Program Studi Diploma Tiga Gizi Tasikmalaya dan Visi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
